Hinata adalah putri sulung dari kepala klan Hyuga, Hiashi, dan
sebagai anak sulung, ia adalah ahli waris ke keluarga utama klan. Sejak
awal, karena posisinya, Hiashi memiliki harapan yang tinggi untuk Hinata
dan memaksanya untuk menjalani pelatihan sulit selama berjam-jam,
meninggalkan sedikit waktu untuk Hinata memiliki masa kecil yang
normal. Setelah berakhirnya konflik lain antara Kumogakure dan Konohagakure, suatu malam, Hinata diculik oleh kepala ninja dari Kumogakure, yang di bawah perjanjian damai dengan Konoha, yang sebenarnya telah dikirim ke sana untuk mencuri Byakugan.
Ayahnya membunuh penculik tersebut untuk menyelamatkannya, tapi
Kumogakure menuntut ganti rugi dalam bentuk mayat Hiashi karena telah
menandatangani perjanjian perdamaian dengan desa beberapa saat
sebelumnya. Dan pada akhirnya mengakibatkan kematian paman Hinata, Hizashi, yang mengorbankan dirinya untuk melindungi klan dan desanya.[8] Kejadian ini sangat berarti dalam membentuk hubungan awal Hinata dengan sepupunya, Neji.
Hiashi memerintahkan Hinata dan Hanabi untuk bertarung satu sama lain.
Setelah Hinata mendapatkan pukulan kejam ketika bertanding melawan Neji, ayah dan kakek Hinata mulai meragukan potensi dirinya, terutama ketika kehebatan adiknya Hanabi
mulai menyaingi Hinata, meskipun lima tahun lebih muda. Pada akhirnya,
diputuskan Hinata dan Hanabi akan berduel untuk menentukan pewaris masa
depan klan mereka. Sementara dua bersaudara mulai berjuang setara dengan
satu sama lain, Hinata segera memiliki kesempatan untuk menang, tapi
ragu-ragu karena tidak ingin menyakiti adiknya, dimana Hanabi cepat
melakukan serangan balasan dan memenangkan duel. Akibatnya, kelemahannya
membuat ayahnya kecewa, dan membuat Hinata menyerahkan posisinya untuk
Hanabi. Karena ayahnya memilih untuk fokus dan mengembangkan Hanabi, ia
meninggalkan Hinata di bawah perawatan dan perlindungan Kurenai Yūhi,
menganggapnya pecundang karena dia kurang berani. Hubungan yang tegang
antara Hinata dengan ayahnya menyebabkan dia kehilangan kepercayaan
dalam dirinya sendiri dan sering menghabiskan waktu sendirian, untuk
menangis.[9][10]
Pada hari yang bersalju sambil bersiap-siap untuk mendaftar ke Akademi, Hinata dihina oleh sekelompok tiga orang penggangu pada Byakigannya. Naruto,
yang menyaksikan kejadian tersebut, tidak ingin membiarkan mereka
menghina lalu ia datang untuk membela Hinata. Karena mereka melebihi
jumlahnya, pengganggu tersebut memukuli Naruto dan menginjak-injak syal
merah miliknya. Terkejut dengan seberapa banyak Naruto bangkit kembali
untuk seseorang yang tidak dia kenal, Hinata mengucapkan terima kasih
sementara Naruto membiarkan dia menjaga syal itu karena telah rusak.[11]
Pertemuan pertama Hinata dengan Naruto.
Sejak saat itu, Hinata mengembangkan kekaguman yang kuat terhadap
Naruto, dan karena ia diperlakukan sebagai orang buangan oleh hampir
semua orang di desa, Hinata mendapati dirinya mampu berhubungan dengan
keinginan Naruto untuk diakui dan dipuji. Dia juga kagum bahwa walaupun
tidak memiliki apa-apa dan tak seorang pun yang dapat diandalkan, Naruto
tidak pernah menyerah dalam keyakinan bahwa ia bisa menjadi sesuatu
yang luar biasa seperti Hokage. Terinspirasi
oleh kebulatan tekadnya, Hinata memutuskan untuk mencoba yang terbaik
untuk menjadi kuat sehingga dia bisa diakui juga, dan memakai nindō
milik Naruto yaitu tidak pernah menyerah. Kekagumannya untuk Naruto
akhirnya tumbuh menjadi cinta, meskipun peringatan dari para tetuanya
untuk menjauh Naruto.[12]
Hinata menunjukan sifat sebagai pemalu, bijaksana, tenang, baik, dan
sangat sopan, seperti terlihat dari dia selalu memanggil orang dengan panggilan kehormatan
yang tepat. Dia juga sangat lembut, suatu sifat yang Neji dan ayahnya
gunakan untuk mempertimbangkan kekurangannya, dan ia tidak suka bersaing
dan berkelahi. Dia terbukti sangat empati, dan karena dia dibesarkan,
sebagai salah satu karakter pertama yang menyebut pada masa kecil yang
menyakitkan Naruto dan keinginan untuk diakui.[13]
Kembali ke masa kecilnya, sebagai hasil dari harapan yang tinggi
klan-nya sebagai ahli waris dan pelatihan melelahkan ayahnya dan
akhirnya menganggapnya sebagai kegagalan, Hinata menjadi sangat pemalu
dan kurang percaya diri.[14]
Namun, ia telah menunjukkan untuk menjadi seorang pekerja keras karena
dia terus berusaha untuk mengubah dirinya menjadi lebih baik, meskipun
awalnya kurangnya rasa percaya diri akan menghambatnya dalam misi.[15] Sebagai perkembangan dalam seri, Hinata menjadi lebih tegas dan lebih terbuka tentang pendapatnya, dan pada saat Perang Dunia Shinobi Keempat,
keberanian dan kepercayaan diri telah meluas ke bagian di mana dia
bersedia untuk menempatkan hidupnya sendiri pada baris depan untuk desa,
teman, dan keluarganya.[16]
Hinata tetap berada di samping saudaranya, berjanji untuk menyelamatkannya.
Pada akhir Bagian I, Hinata mampu membina hubungan yang lebih baik
dengan Neji dan juga ayahnya dan mulai berlatih dengan mereka, serta
tumbuh lebih dekat dan lebih kuat bersama-sama sebagai sebuah keluarga.[17]
Dia sangat peduli terhadap adiknya, Hanabi, pada titik di mana ia
ragu-ragu untuk menyakitinya, bahkan selama pertandingan mereka untuk
menentukan pewaris klan mereka.[10] Dua tahun setelah perang, ketika Hanabi ditangkap oleh Toneri Ōtsutsuki, Hinata berusaha keras untuk menyelamatkannya, seperti enggan mengkhianati Naruto.[11]
Hinata juga yang paling dekat dengan sensei-nya Kurenai, yang
tidak hanya tertarik pada pertumbuhan Hinata sebagai seorang ninja
tetapi juga sebagai seorang pribadi. Dia tahu perjuangan pribadi Hinata
dan tidak seperti ayahnya yang menuntut Hinata, Kurenai mencoba yang
terbaik untuk melatih Hinata dalam cara di mana dia tahu muridnya akan
menanggapinya dengan baik. Setelah Hinata dikalahkan pada akhir waktu
oleh Neji di Ujian Chunin, Kurenai diam-diam mengucapkan selamat untuk
tekad dan ketekunan muridnya. Kurenai menyadari perasaan Hinata untuk
Naruto dan mendorongnya untuk mengaku kepadanya. Pada pernikahan Hinata,
Kurenai bangga pada Hinata karena dapat mencapai mimpinya untuk
bersama dengan Naruto. Hinata bisa bergaul dengan baik bersama pasangan
timnya. Kiba telah menjadi salah satu teman dekatnya, dan tindakan Kiba
pada Hinata sering membuat Hinata termotivasi oleh keprihatinannya untuk
Hnata, seperti ketika ia mendesaknya untuk menyerah jika dia
dipasangkan dengan Neji atau Gaara selama Ujian Chūnin.
Kiba juga menyadari perasaannya untuk Naruto, karena ia cenderung
menggoda Hinata tentang mereka. Shino memiliki keyakinan yang tenang
pada Hinata, dan akan membuat titik meyakinkan orang lain ketika mereka
ragu atau khawatir tentang Hinata.
Mimpi Hinata berada di dekat Naruto dan keluarganya.
Meningkatnya
rasa percaya diri Hinata terutama berasal dari kekagumannya yang telah
lama untuk Naruto, karena ia terinspirasi oleh tekadnya untuk tidak
pernah menyerah. Pada awalnya, Hinata sangat pemalu saat nerada di dekat
Naruto, pipinya selalu memerah dan gugup ketika berbicara dengan dia,
tapi seiring seri berlangsung, ia menjadi lebih nyaman ketika berada di
dekat Naruto dan kekagumannya terhadap Naruto tumbuh menjadi kasih
sayang, dan akhirnya dia jatuh cinta pada Naruto, meskipun kebiasaan dan
bagaimana orang lain mengecam Naruto. Hinata juga memiliki keyakinan
tak tergoyahkan pada Naruto, percaya bahwa Naruto suatu hari akan
mencapai tujuannya menjadi Hokage. Selama serangan Pain di Konoha, Hinata akhirnya mengakui perasaannya untuk Naruto dan juga bersedia mempertaruhkan nyawanya untuk melindungi Naruto.[18] Setelah Neji dibunuh oleh Obito Uchiha,
Hinata, meskipun meratapi kematian sepupunya, berusaha menenangkan diri
dan mencegah Uchiha menghancurkan semangat Naruto dengan mengulangi nindō mereka bersama.[19]
Perasaannya untuk Naruto dan berada di sampingnya akhirnya telah
menjadi keinginan terbesarnya, seperti yang ditunjukkan melalui Tsukuyomi Tak Terbatas.
Dua tahun setelah perang, Hinata sempat kecewa karena dia pikir dia
telah kehilangan kesempatannya untuk bersama Naruto. Ironisnya, ketika
Naruto mulai menyadari cintanya untuk Hinata, Hinata menyadari itu
seperti Naruto kepadanya, dan itu membuat Naruto sengaja mengaku padanya
agar Hinata menyadari hal ini. Ketika Hinata "mengkhianati" Naruto
dengan "menerima" lamaran Toneri ini tampaknya bahwa ia telah berpaling
dari Naruto, tapi ia sebenarnya sangat terluka oleh keputusannya untuk
memiliki kesempatan yang lebih baik menyelamatkan Hanabi dan
menghentikan Toneri. Setelah dia kembali dengan Naruto, Hinata meminta
maaf kepadanya atas tindakan sebelumnya, tapi Naruto menjawab bahwa ia
mengerti mengapa ia harus melakukannya dan Naruto sendiri juga harus
meminta maaf. Setelah Naruto mengalahkan Toneri dan menyatakan bahwa ia
ingin menghabiskan sisa hidupnya dengan Hinata, Hinata menjadi sangat
senang karena itu sangat menyentuh hatinya lalu ia menangis. Setelah
beberapa bulan berkencan, Naruto dan Hinata menikah dan memulai sebuah
keluarga bersama-sama dengan putra dan putri mereka.[11][20][21][22]
Meskipun Naruto tidak pulang ke rumah sesering yang biasanya sebelum ia
menjadi Hokage, Hinata tetap mendukung dan memahami kesibukannya, tapi
dia akan sangat merindukan saat-saat ketika suaminya berada di rumah.[23]
Setelah menjadi seorang ibu, Hinata tampaknya menjadi lebih tegas,
karena harus dengan lembut memarahi anak-anaknya karena berada di luar
di tengah salju tanpa alas kaki saat mereka memeluk ayah mereka. Namun,
dia akhirnya bergabung dalam kegembiraan mereka, seperti melakukan
pertarungan bola salju dengan mereka dan suaminya.[11]
Hinata telah terbukti menjadi sangat penuh perhatian, peduli, dan
pelindung dari keluarganya, karena ia melindungi Himawari selama
serangan Momoshiki dan Kinshiki, dan menolak untuk membiarkan Boruto
pergi dengan Sasuke pada misi mematikan, tetapi juga telah terbukti
memahami dan akhirnya memilih percaya pada anaknya.[24]
Hinata memiliki rambut berwarna biru tua, kulit putih, dan segi wajah yang lembut - sifat yang diwarisi dari ibunya.
Dia biasanya terlihat dengan ekspresi malu-malu, terutama ketika dia
ssedang berada di dekat Naruto. Seperti seluruh anggota klan-nya, ia
memiliki Byakugan
yang terkenal, ketika diaktifkan, merangsang pembuluh darah dan arteri
langsung di sekitar matanya menjulur jauh lebih jelas (di anime, matanya
memiliki warna sedikit lavender).
Hinata pada Bagian II.
Dalam Bagian I, rambutnya pendek, diratakan dengan potongan gaya-hime
tepat di atas dahinya, dan helaian rambut sepanjang-dagu membingkai di
wajahnya. Dia mengenakan jaket bertudung-berwarna krem dengan simbol api
di sebelah kanan atas dan lengan kemeja kiri dan bulu di sekitar
pergelangan tangan dan garis, dengan celana biru tua. Setelah
mendapatkan peringkat genin, dia memakai pelindung dahi
Konoha miliknya di sekitar lehernya. Pada putaran akhir Ujian Chūnin,
Hinata mengenakan baju biru muda lengan panjang, dengan kerah tinggi,
dan celana biru tua. Sementara di rumah, ia terlihat dalam pakaian
tradisional Hyūga, yang terdiri dari jubah yang sederhana, longgar
dengan hiasan berwarna berbeda, dan di dalamnya memakai kaus.[25]
Dalam Bagian II, Hinata tetap mempertahankan potongan rambut
gaa-hime, tapi dia membiarkan rambutnya tumbuh mencapai bagian punggung
bawahnya, sementara helaian pendek yang membingkai wajahnya telah tumbuh
sepanjang-bahu. Sosoknya juga telah tumbuh menjadi lebih feminin. Dia
juga mengenakan sebuah pakaian terdiri dari jaket-bertudung lavender dan
krem yang longgar dengan manset lavender di atas baju jaring besi
dengan celana biru tua dan hitam, sandal berhak rendah. Meskipun dia
masih memakai pelindung dahi miliknya disekitar lehernya, warnanya telah
berubah dari biru menjadi hitam. Dalam salah satu omake,
ia terlihat mengenakan celemek krem dan syal biru muda diikat dengan
gaya bandana. Dalam omake lain, ia terlihat dalam pakaian bebas yang
terdiri dari celana kapri coklat, sandal coklat, dan jaket hijau tua
tanpa tudung dengan simbol api di sisi kanan atas dadanya. Manset jaket
itu digulung ke tengah lengannya; bagian dalam jaket itu terbukti
berwarna krem. Hinata memiliki blus lavender ringan di bawahnya. Hinata
memiliki baju lavender terang di bawahnya. Selama Perang Dunia Shinobi Keempat, ia mengenakan seragam jaket antipeluru standar desanya. Bukannya memakai pelindung dahi dari Pasukan Aliansi Shinobi, dia tampaknya memilih untuk tidak memakainya sama sekali.
Dua tahun setelah
Perang Dunia Shinobi Keempat pada usia 18 tahun, Hinata telah mengubah
pakaian sebelumnya yang sedikit lebih terbuka dan pas. Dia kini terlihat
mengenakan baju lavender terang, baju gaya-kimono tanpa lengan dengan
garis-garis vertikal, diikat dengan obi berwarna ungu gelap di sekitar
pinggangnya. Dia memakai celana pendek biru gelap dengan stoking paha
tinggi, memperlihatkan bagian paha atasnya, dan telah merubah sandal
ninja yang biasanya ia pakai menjadi sepatu berhak tinggi warna hitam.
Rambut Hinata telah sedikit meningkat volumenya dan tumbuh
sepanjang-panggulnya. Dia juga tidak lagi memakai pelindung dahinya.
Sementara bebas-tugas, dia memakai baju lengan panjang abu-abu di bawah
baju merah muda, celana hitam di bawah rok berwarna krem panjang dengan
garis-garis horizontal merah muda, dan sepasang sandal cokelat. Dia juga
terlihat mengenakan jaket-bertudung lavender. Setelah Hinata dicuci
otak oleh Toneri selama upacara pernikahan mereka, ia mengenakan atasan
hitam panjang tanpa lengan dengan kerah tinggi dan sarung tangan panjang
yang senada. Dia mengenakan rok berwarna abu-abu dan hitam yang melebar
dan ikat pinggang abu-abu di sekitar pinggangnya. Di balik
pernikahannya pakaian upacara memakai celana pendek dengan kaus kaki
kembung berenda hitam dan sandal. Dia juga mengenakan sorban
hitam dengan cadar hitam dan kuning terang dan anting kuning berbentuk
bulan sabit. Ketika dia dan Naruto menikah, Hinata mengenakan kimono
pernikahan tradisional berwarna putih, rambut panjangnya dinaikan, dan
dia memakai lipstik.
Hinata saat dewasa.
Setelah menjadi seorang ibu, Hinata memotong rambut dan poninya
sepanjang-bahu. Pakaiannya terdiri dari jaket marun dengan baju ungu
gelap dan rok berwarna krem. Dia juga memakai sepasang sandal lavender.
Bertahun-tahun kemudian, Hinata telah membiarkan rambutnya tumbuh
panjang lagi, dan mengikatnya ekor kuda. Dia juga mengenakan pakaian
yang terdiri dari gaun lavender lengan panjang, berkerah baju putih, dan
celana biru. Pada saat ujian kelulusan Boruto, ia telah memotong
rambutnya pendek lagi. Dia juga memakai jaket ungu terang lengan-pendek
dengan baju putih di bawahnya, celana pendek coklat muda dan sepasang
sepatu berwarna ungu berujung terbuka.
Hinata menggunakan salah satu teknik rahasia klan-nya.
Meski dianggap gagal oleh ayahnya dalam Bagian I, Hinata menjadi
bertekad untuk menjadi lebih kuat, bertarung dengan gagah berani melawan
sepupunya yang kuat Neji
dalam Ujian Chūnin meskipun akhirnya kalah. Sejak saat itu, tekad baru
ditemukan Hinata yang memungkinkannya untuk lebih mempertajam dan
mengembangkan kemampuannya, akhirnya mengubah pendapat ayahnya tentang
dia dan menjadi chūnin dalam Bagian II.[14] Selama Perang Dunia Shinobi Keempat,
Hiashi bahkan menganggap putrinya cukup kuat untuk melindungi Neji
untuk sekarang sama seperti Hiashi melindunginya, dengan Hinata bahkan
menyelamatkan nyawa Neji beberapa kali di tengah-tengah pertempuran.[26] Naruto juga memuji kekuatan Hinata, mengingat bagaimana Hinata berjuang melawan Pain ketika ia dilumpuhkan.[27] Setelah menerima chakra Hamura Ōtsutsuki dua tahun kemudian, Hinata menjadi cukup kuat untuk membantu Naruto menghancurkan Tenseigan Toneri yang menarik bulan terhadap bumi, sementara sekali lagi menerima pujian dari Naruto untuk peningkatan keterampilannya.[11]
Sebagai klan Hyūga, Hinata memiliki byakugan, sebuah dōjutsu yang memberikankan dia penglihatan sejauh 360° x-ray (dengan pengecualian titik buta di bagian atas ruas tulang belakang). Hinata dapat memfokuskan mata Byakugan-nya untuk meningkatkan jangkauan dalam satu arah untuk setidaknya 20 kilometer.[11] Byakugan Hinata juga dapat melihat melalui genjutsu,[28] dan membantu waktu Ino dan menentukan Teknik Pertukaran Pikiran dan Tubuh.[29] Dalam anime, dia bisa memperbesar pandangannya untuk memperbesar serangga kecil sekaligus dalam inframerah,[30] efektif melihat setiap serangga kecil di daerah, dan juga bisa melihat di inframerah,[31] dan bahkan dapat secara tepat membidik jarum chakra pada target cepat dan kecil.[32]
Dalam Bagian II dari anime, penguasaan Hinata terhadap Byakugan-nya
dapat menyesuaikan diri dengan cahaya untuk melihat secara tepat
jaringan chakra Guren yang sebenarnya dan bukan pantulan yang diciptakan
oleh kristal labirin yang terakhir.[33]
Dengan kemampuan Byakugan untuk melihat sistem jalur chakra lawan, Hinata mengkhususkan diri dalam gaya taijutsu Pukulan Lembut
ciri khas Hyūga. Hal ini memungkinkan dia untuk menginjeksi chakra ke
jaringan chakra lawan untuk menyebabkan trauma internal yang parah
dengan kontak minimal. Bahkan sebelum dia menjadi genin,
keterampilan Hinata membuat sesama anggota klan terkesan, tapi ayahnya
awalnya menganggap dia lebih lemah dari Hanabi, antara lain karena
keengganannya untuk menyakiti adiknya dalam duel mereka.[9][10] Namun, di anime, setelah Tsunade menjadi Hokage,
Hiashi mempercayai Hinata untuk memulai Pertarungan Senbon: sebuah
ritual klan Hyūga yang rumit di mana seseorang harus bertanding hampir
seribu kali berturut-turut.[34] Saat Penyerangan Pain,
keterampilan taijutsunya meningkat pada titik dimana dia adalah
satu-satunya orang selain Naruto yang mendaratkan pukulan pada Jalan Deva.[18] Dia bahkan bisa menggunakan Pukulan Lembut untuk memindahkan bahu Naruto yan terkilir.[35] Saat dewasa, Hinata telah menjadi seorang yang ahli dalam gaya bertarung Pukulan Lembut.[36]
Teknik Tapak Vakum Delapan Trigram yang digunakan Hinata.
Dalam Bagian II, keterampilan taijutsu Hinata sangat meningkat, dan
menampilkan berbagai teknik rahasia klan-nya. Dia dapat menggunakan Tapak Vakum Delapan Trigram, untuk menyerang sasaran dari kejauhan, menangkis serangan yang datang,[37] atau melakukannya bersamaan dengan pengguna lain untuk kekuatan yang lebih besar.[38] Dalam anime, dia mempelajari versi setengahnya dari Delapan Trigram Enam Puluh-Empat Tapak,[33] yang terakhir ia berhasil menggunakannya untuk mengalahkan klon-kecil dari Ekor-Sepuluh pada saat Perang Dunia Shinobi Keempat.[39] Hinata juga mengembangkan Langkah Lembut Pukulan Singa Kembar,
kemampuan untuk menguras jaringan chakra lawan dengan satu sentuhan.
Dia bahkan dapat menggabungkan teknik ini dengan Delapan Trigram Enam
Puluh-Empat Tapak untuk membuatnya lebih efektif.[40] Dua tahun kemudian, taijutsu Hinata ditingkatkan lebih lanjut, kemampuan untuk mengalahkan beberapa boneka Toneri dan agak membuat Naruto tertegun saat dikendalikan oleh Toneri. Dia juga menciptakan Delapan Trigram:. Serangan Singa Kembar Penghancur setelah menerima chakra Hamura, yang bisa menghancurkan Tenseigan bila dikombinasikan dengan Rasengan Naruto.[11]
Pelindung Delapan Trigram Enam Puluh-Empat Tapak yang digunakan Hinata.
Hinata juga mengembangkan fleksibilitas alaminya, menciptakan Perlindungan Delapan Trigram Enam Puluh-Empat Tapak,
yang memanfaatkan fleksibilitas alami yang sangat baik dan koordinasi
untuk serangan dan juga mempertahankannya pada waktu yang sama.[41] Dalam Bagian II dari anime, dia juga berhasil mengelak dari sebagian besar serangan Nurari, meskipun tubuh elastis yang terakhir.[42]
Dia juga memiliki refleks yang cepat, nyaris menghindari Neji dengan
berputar keluar ketika mereka hampir bertemu satu sama lain di sekitar
sudut, hal itu mengejutkan sepupunya. Dalam anime, versi Dunia Genjutsu Hinata dapat menggunakan Delapan Trigram Tapak Mengitari Surga.[43]
Hinata membantu dalam menggunakan Segel Penghalang Empat-Sudut.
Setelah Ujian Chūnin, Hinata dilatih mengembangkan lebih jauh kontrol
chakranya yang sangat baik. Di anime, dia diperlihatkan dapat membentuk
sebuah bola air di sekitar dirinya, serta jarum chakra.
Pengendalian chakranya yang sangat baik terlihat saat ia menggunakan
Pelindung Delapan Trigram Enam Puluh-Empat Tapak, memancarkan aliran
chakra dari telapak tangannya untuk menciptakan pisau yang sangat tajam
untuk menyerang dan bertahan. Saat Bagian II dari anime, pengendalian
Hinata telah cukup untuk menyamai ninja medis lanjutan, dengan mudah berhasil melakukan dan mempertahankan Segel Penghalang Empat-Sudut lebih baik dari Ino, yang seorang ninja medis.
Hinata menggunakan chakra Hamura.
Sebagai anggota keluarga utama Hyūga, Hinata mewarisi chakra yang kuat langsung dari Hamura Ōtsutsuki.
Kekuatan dan kemurnian chakra ini adalah sesuatu yang menarik Toneri
padanya. Ketika dia bertemu Hamura di bulan, Hamura memindahkan chakra
dan kehendaknya pada Hinata, memberinya kekuatan untuk menghancurkan Tenseigan
(meskipun dengan bantuan Naruto), serta mengubah warna chakranya dari
biru menjadi ungu. Selain itu, Hinata yang pendiam tumbuh pesat dan dia
belajar memindahkan chakranya kepada orang lain, langsung mengisi kembali chakra Naruto yang terkuras tanpa adanya tanda-tanda kelelahan.[11]
Hinata memiliki beberapa pengetahuan medis, mampu membuat salep khusus
untuk membantu penyembuhan luka. Dia juga mampu menggunakan Byakugan
dan Pukulan Lembut untuk tujuan medis, seperti yang terlihat ketika ia
menggeser bahu Naruto di Perang Dunia Shinobi Keempat. Dalam anime, Hinata ditampilkan dapat menggunakan ninjutsu medis, buktinya dia menggunakan Teknik Tapak Mistik untuk menyembuhkan warga yang terluka di Desa Hachō.[44]
Seperti rekan satu timnya, Hinata adalah pelacak yang terampil. Dia
biasa menggunakan kemampuan ini bersamaan dengan Byakugan-nya untuk
memperluas bidang area nya. Hinata juga cukup cerdas, karena ia mampu
menjawab sebagian besar pertanyaan tertulis dari Ujian Chūnin tanpa
mencontek. Di anime, menurut Naruto, Hinata sangat baik pada saat
memasak.[46] Dia juga sangat terampil dalam merajut. Dalam anime, Hnata versi Dunia Genjutsu dapat menggunakan Teknik Klon Bayangan.[47]
Di anime, Hinata pertama kali terlihat bersamaan dengan kelulusan
kelas, termasuk Naruto. Dia diam-diam berharap bahwa dia akan berada di
tim yang sama dengan Naruto, meskipun itu tidak menjadi suatu perihal,
dia sangat kecewa. Dia dikelompokkan ke dalam Tim 8 bersama dengan Kiba Inuzuka, Akamaru, dan Shino Aburame.
Hinata mengizinkan Naruto untuk mencontek hasil ujiannya.
Saat Ujian Chūnin
berlangsung, Hinata bersama dengan rekan timnya berusaha untuk mengubah
dirinya sendiri. Pada ujian pertama, ia duduk di samping Naruto, dan
ketika Naruto berusaha keras untuk menyelesaikan ujian tertulis, dia
menawarkan untuk membiarkan Naruto mencontek hasil ujiannya. Namun,
setelah menyaksikan hukuman pada murid di belakang mereka yang
mencontek, Naruto menolaknya sehingga Hinata tidak akan mendapat
masalah, dan karena Naruto sangat menjag nama baiknya untuk mencontek.
Pidatonya yang memberikan inspirasi pada akhir ujian pertama memberi
Hinata kepercayaan diri untuk tidak menyerah, sehingga pengawas, Ibiki Morino, meluluskan semua orang dalam ruangan tersebut yang tidak menolak untuk mengambil pertanyaan kesepuluh.
Tim 8 bersembunyi dari Gaara.
Pada bagian kedua dari ujian, disepanjang Hutan Kematian,
ia menggunakan Byakugan untuk menemukan musuh. Setelah maju dengan
strategi dan tim shinobi yang tiba dalam perjalanan mereka, timnya dapat
berhasil dengan cepat untuk mengambil kembali gulungan mereka, menjadi
salah satu tim Genin pertama yang melakukannya dalam ujian itu. Ketika
Kiba dan Akamaru mencium bau target kedua, mereka menyaksikan
pertarungan antara Tiga Saudara Pasir dengan tim genin dari Ame. Setelah Gaara membunuh genin Amegakure, mereka bersembunyi di balik semak-semak, berharap tidak akan tertangkap dan dibunuh.
Hinata vs. Neji.
Pada babak penyisihan, Hinata harus menghadapi sepupunya yang jauh
lebih kuat, Neji, dalam pertempuran. Dia hampir menangis dan menyerah
setelah Neji mencacinya karena menjadi kegagalan yang tidak pernah bisa
berubah. Hal ini membuat marah Naruto, dan ia mendorong Hinata,
memberinya kekuatan untuk melawan sepupunya. Meskipun dikalahkan dan
chakranya dipotong, dia terus berjuang. Neji terkejut ketika ia menolak
untuk menyerah, bahkan menjadi marah ketika Hinata menuduhnya sebagai
orang lemah yang bertarung seperti yang dia lakukan. Neji menyerang
Hinata, tetapi jōnin
menahannya sebelum ia bisa membunuh Hinata. Ketika Hinata dibawa pergi
ke ruang gawat darurat, Naruto mencelupkan jarinya dalam darah Hinata
dan bersumpah untuk mengalahkan Neji di tempat itu juga. Kemudian,
meskipun Hinata kalah, ketika berhadapan dengan keluarganya karena
kebodohan untuk memilih melawan Neji, Hinata sangat menyuarakan
keyakinannya dalam apa yang dia lakukan, tidak malu dan bertekad untuk
menjadi lebih baik lagi.[48]
Hinata menyemangati Naruto.
Sebulan kemudian, Naruto, khawatir bahwa ia tidak akan mampu untuk
mengalahkan Neji meskipun telah bersumpah, bertemu dengan Hinata di tempat pelatihan.
Ketika Naruto mengungkapkan keraguan yang timbul mengenai pertandingan
dan kemampuannya sendiri pada Hinata, dia meyakinkan Naruto bahwa ia
tidak pernah menyerah karena ia selalu punya kekuatan untuk mengatasi
kegagalannya sendiri, itulah sesuatu yang Hinata kagumi, dan bahwa
Hinata telah menjadi lebih percaya diri setelah ia bersorak untuknya.
Ini membuat Naruto tidak depresi lagi dan memberinya dorongan untuk
pergi berhadapan dengan Neji. Hinata kemudian menyaksikan pertandingan,
namun karena cedera yang didapatnya dari melawan Neji tidak sepenuhnya
sembuh, Hinata pingsan dan tidak melihat hasil pertandingan. Kiba
mendapat perhatian medis dari Kabuto Yakushi, yang menyamar sebagai Anbu. Hinata telah sembuh, tetapi tetap tak sadarkan diri selama Kehancuran Konoha.
Di anime, Tim 8 dan Naruto dikirim untuk menangkap kumbang bikōchū yang bisa melacak aroma Sasuke Uchiha - misi yang sangat diinginkan Hinata untuk membantu Naruto. Selama misi Hinata melatih Pelindung Delapan Trigram Enam Puluh-Empat Tapak
miliknya, dan berhasil menyelamatkan Naruto dan seluruh Tim 8 dengan
menggunakan jutsu itu terhadap musuh pengguna-serangga. Selama episode
pertama dari busur ini, Naruto datang di siluet pelatihan Hinata di air
terjun pada malam hari. Menyadari siapa yang sedang berlatih (dan
tampaknya keadaan Hinata saat itu menanggalkan pakaian), Naruto mencoba
untuk mendekati dan berbicara dengannya, baru saja menyelinap di atas
batu dia tercebur ke sungai. Karena terkejut, Hinata berlari sebelum
Naruto bisa melihat siapa dia. Keesokan harinya, ia mengatakan kepada
Kiba tentang bagaimana ia melihat "gadis cantik" di air terjun, Hinata
sangat malu.
Di anime, murid Akademi dibagi menjadi tiga tim dan ditugaskan kepada genin yang akan memimpin mereka dalam sebuah misi melawan tim lain. Hinata ditugaskan untuk memimpin tim dari tiga murid akademi; Nobori, Daichi dan Matsuri.
Waktunya bersama mereka tidak banyak diperlhatkan kecuali saat ia
dengan pandai mendirikan tenda dan melakukannya lebih baik daripada
Naruto.
Di anime, Hinata bersama dengan Naruto dan Kiba menangkap pencuri.
Selama perjalanan mereka, Hinata memberi Naruto bola nasi yang
merupakan replika dari dirinya. Akhirnya karena orang lain menangkap
Gosunkugi (meskipun tak sengaja dengan bantuan mereka), misi dianggap
gagal.
Di anime, sebagai akibat dari misi yang gagal sebelumnya, Hinata,
Naruto, dan Kiba diancam dikembalikan ke Akademi jika mereka tidak
berhasil menemukan harta karun. Kelompok ini awalnya mengalami kesulitan
bekerja sama karena adanya perselisihan antara Naruto dan Kiba. Ketika
mereka ditangkap oleh sekelompok ninja yang dengan sempurna bisa berubah
menjadi tiruan dari orang lain, sehingga Hinata menyelamatkan mereka
dan menakut-nakuti mereka agar pergi. Hinata tidak bisa mengejar mereka
karena mengalami cidera kaki, sehingga Naruto dan Kiba melakukan begitu
juga untuknya. Hinata kemudian kembali, dan keliru menyerang Naruto
setelah ia tanpa sadar meletakkan peti yang dibawanya, yang
membedakannya dari penipu tersebut.
Selama busur anime ini, Hinata berhasil mengalahkan seorang ninja yang kuat, Jiga, meskipun ia hampir mengorbankan hidupnya dalam melakukan hal tersebut.
Di anime, dia membantu rekan tim-nya menavigasi lorong-lorong istana
yang aneh, yang sebenarnya memanggil bunglon dalam penyamaran, untuk
menyelamatkan istridaimyō.
Di anime, Hinata terus mengembangkan hubungan yang lebih baik dengan
ayahnya, yang mendorongnya untuk melakukan yang terbaik setelah hampir
berhasil dalam misi bikōchū.
Neji juga berteman dengan baik dengannya, perselisihan dengan dia dan
kepedulian padanya semakin baik. Ketika Naruto dibiarkan berlatih dengan
Jiraiya
di akhir seri, Hinata melihatnya pergi, tapi tidak dapat memaksa
dirinya untuk mengucapkan selamat tinggal padanya. Saat Naruto pergi,
dia bersumpah untuk menjadi lebih kuat, dan bekerja keras seperti yang
Naruto lakukan.
Pada Jejak Langkah Naruto: Jalan Seluruh Teman Edit
Tim Kurenai berkompetisi dalan Ujian Chūnin.
Dua tahun setelah Naruto meninggalkan desa untuk berlatih dengan
Jiraiya, Konoha memutuskan untuk menjadi tuan rumah Ujian Chūnin lebih
awal bersama Sunagakure. Begitu memasuki ujian, Hinata dan rekan timnya secara acak dibagi ke ruangan yang berbeda untuk menjalani ujian tertulis. Shikamaru,
sebagai pengawas, menjelaskan bahwa setiap orang hanya perlu menjawab
satu pertanyaan dalam ujian masing-masing dengan nilai yang berbeda,
tapi nilai gabungan tim mereka harus tepat 100 poin untuk lulus. Neji
segera menemukan cara untuk memecahkan masalah tersebut.[49]
Dengan mengirimkan getaran melalui dinding dengan jumlah tertentu,
anggota tim mereka bisa mendengar dan tahu mana pertanyaan yang akan
mereka jawab. Setelah waktunya habis, Shikamaru mengungkapkan pertanyaan
bonus yang harus dijawab dengan yakin. Mereka ditanya siapa anggota tim
masing-masing dari mereka yang akan dipilih untuk menjadi umpan dan
yang memilih akan didiskualifikasi. Hinata, bersama dengan timnya, tidak
menjawab karena mereka sangat menghargai persahabatan mereka. Pada
akhirnya, timnya melewati babak pertama. Namun, karena ada terlalu
banyak peserta yang lulus ujian pertama, sebuah babak penyisihan
ditambahkan di mana semua orang harus berlomba untuk sampai di
Sunagakure dan hanya 30 tim pertama yang tiba akan diikut-sertakan pada
ujian kedua.[50]
Hinata berhadapan melawan Kazami.
Akhirnya, timnya merupakan 30 tim pertama yang sampai. Hari
berikutnya, ujian kedua dimulai. Setiap tim masing-masing diberikan
gulungan Langit atau Bumi dan diminta untuk mendapatkan gulungan yang
belum lengkap. Mereka kemudian diminta untuk membawa keduanya ke
bangunan utama di tengah Gurun Iblis dalam waktu tiga hari.[51] Pada akhirnya, tim ninja Kusa datang setelah mereka. Hinata berhadapan dengan Kazami, menggunakan teknik Pukulan Lembutnya untuk melawan serangan angin
milik Kazami. Akhirnya, musuh mendapatkan gulungan Bumi milik Tim
Kurenai dan mundur. Sementara lolos dari mata Hinata dan menghalang
penciuman Kiba, Shino meletakan satu serangga betinanya pada musuh untuk
melacak. Saat mengejar musuh, Hinata dan rekan timnya jatuh ke dalam
lubang pasir hisap. Akamaru, rupanya, mampu menggunakan Penandaan Dinamik-nya untuk membuat pasir menjadi keras cukup bagi tim tersebut untuk melarikan diri.[52]
Karena Kiba dan Akamaru terus mengikuti baunya, mereka segera menemukannya berlipat ganda dan tersebar di seluruh daerah.
Ketika serangga Shino gagal menemukan musuh dengan baik dan menyarankan
pergi setelah gulungan musuh lainnya, Kiba, menyadari bahwa bau Burami
adalah pada pakaiannya dari perkelahian mereka sebelumnya, Kiba
menggunakan itu untuk menemukan musuh yang sebenarnya. Saat kembali
mencari jejak, musuh menyerang Tim Kurenai. Meskipun awalnya kewalahan,
tim tersebut bertukar keluar dari keadaan dengan klon serangga
Shino, yang memungkinkan mereka untuk berkumpul kembali. Melihat
melalui taktik musuh, Tim Kurenai cepat mendesak ninja Kusa sebelum Kiba
menghabisi mereka dengan teknik Serigala Berkepala-Tiga miliknya, Tim Kurenai mendapatkan gulungan Langit dan Bumi.[53] Kemudian, Tim Kurenai terperangkap dalam badai pasir besar-besaran.[54]
Pada akhirnya, tim tersebut berhasil diselamatkan oleh ninja Suna
pengawas dan dibawa ke sebuah bangunan untuk menunggu badai sebelum
melanjutkan ujian.[55]
Hinata dan genin lainnya diangkat menjadi Chūnin.
Setelah badai berlalu dan ujian kedua berakhir, diketahui bahwa Ujian
Chūnin yang berakhir lebih awal karena perselisihan yang terjadi di
ujian kedua. Sebaliknya, diputuskan oleh Gaara bahwa laporan
masing-masing peserta akan dikirim ke kepala desa mereka masing-masing
untuk memutuskan apakah mereka akan dipromosikan. Setelah kembali ke
desa, semua anggota tim Hinata dipromosikan pada status chūnin.[56]
Pada Bagian II, dia telah mencapai tingkat chūnin, dan tetap menjadi
bagian dari Tim 8, yang berganti nama menjadi Tim Kurenai. Ketika Naruto
menyapanya, dia jatuh pingsan, dikarenakan bertemu dengan Naruto untuk
pertama kalinya selama dua setengah tahun.
Dalam anime, baru saja ketika dia sadar kembali, Naruto
mendatanginya dan bertanya, dengan sangat tidak jelas, untuk ikut
dengannya pada misinya, dengan mengatakan kepadanya "jangan katakan
apapun ikut saja bersamaku". Hinata salah mengartikan kata-kata itu dan
segera jatuh pingsan lagi. Setelah ini, Hinata bertanya pada Kiba apakah
dia tampak lebih dewasa, dengan harapan dapat mengesankan Naruto. Kiba
bercanda menggodanya, dengan mengatakan ia masih terlihat sangat
mencintai Naruto seperti biasa, dan kemudian mengatakan bahwa Naruto ada
di belakangnya, mengejutkan dan membuatnya kesal ketika dia mengetahui
bahwa itu tidak benar.
Dalam anime, dia dapat terlihat di pemakaman Asuma.
Kemudian, dia dapat terlihat di sebuah sungai dengan rekan timnya, dia
gembira mendengar bahwa Naruto berlatih begitu keras untuk mengasah
teknik barunya. Dia kemudian ditegur oleh Kiba, yang menggodanya tentang
mengapa pipinya memerah, yang menyebabkan dia pergi menjauh karena
malu.
Dalam anime, Hinata dan rekan timnya secara khusus dipilih oleh
Kakashi atas keahlian mereka dalam pelacakan untuk menemukan tempat
persembunyian Orochimaru. Mereka menemukan tempat persembunyian yang
dipasangi bom, tapi mereka berhasil keluar. Sementara mengetahui tempat
persembunyian ini mungkin hanya menjadi pengalihan mereka terus mencari.
Mereka mengejar beberapa bawahan Guren dan bertarung melawan Nurari di posisi Kiba, menggunakan Byakugan untuk menelusuri asap yang mengganggu indera penciuman Kiba.
Hinata mempersiapkan serangannya pda Guren.
Mereka terjebak di kristal labirin Guren dan meskipun sulit fokus
dengan Byakugan-nya karena gambar pantulan cahaya dari teknik yang Guren
buat, ia mampu menemukan Guren. Hinata kemudian bertarung dan
mengalahkan Guren, meskipun ternyata hanya klon,
dan Guren yang asli menjebaknya dalam kristal. Hinata kemudian
dibebaskan oleh rekan timnya, dan dia memberitahu mereka bagaimana ia
menghindari tunuhnya agar tidak benar-benar mengkristal karena teknik
Guren dengan cara mengelilingi dirinya dengan chakra.
Kemudian, ia ditempatkan di Tim Tiga dengan Shizune sebagai pemimpin dan Sakura serta Ino sebagai asisten untuk menyegel Ekor-Tiga. Meskipun dia terlihat mudah menggunakan Segel Penghalang Empat-Sudut,
mereka gagal untuk menyegel dua kali, dan dengan demikian mereka semua
kembali ke Konoha, meninggalkan Anbu untuk menangani Ekor-Tiga.
Tim 8 dikerahkan untuk membantu Tim 7 mencari Itachi Uchiha.
Mereka berpencar untuk berusaha mencari jejaknya, dan Hinata dimasukkan
kedalam kelompok Naruto. Mereka segera berhadapan dengan Kabuto Yakushi dan Hinata menggunakan Byakugan-nya melihat bahwa sepertiga dari Kabuto telah diambil alih oleh sel Orochimaru.
Kemudian, ketika Tim Delapan Orang bergabung kembali, mereka bertemu dengan Tobi,
yang tampaknya menghalangi jalan mereka untuk menemukan Sasuke. Selama
pertarungan yang diikuti, Hinata berperan pengintai yang tidak bergerak,
menggunakan Byakugan-nya untuk mengikuti tanda chakra Tobi. Ketika Tobi
pergi setelah menerima kabar bahwa Sasuke telah membunuh Itachi,
Kakashi memerintahkan Hinata untuk menemukan lokasi pertempuran mereka.
Mereka mencoba untuk sampai sebelum Tobi, tetapi terlambat dan terpaksa
kembali pulang.
Dalam anime, setelah misi untuk mencari Itachi gagal, ia dan seluruh Tim Delapan Orang dihadang oleh Katsuyu,
memberikan informasi kepada Tim Yamato untuk misi baru. Kedua kelompok
ini berangkat bersama Hinata, rekan timnya, dan Kakashi kembali ke
Konoha.
Selama awal serangan itu pada desa, Hinata dengan rekan-timnya,
menyaksikan bencana ini. Mereka kemudian berpisah dengan Shino dan Kiba
yang akan mencari orang tua mereka.
Hinata ikut campur untuk melindungi Naruto.
Setelah Pain menghancurkan desa, Hinata bangkit dari reruntuhan tanpa cedera utama bersama dengan pengawalnya, Kō Hyuga.
Karena Kō tidak begitu beruntung, Hinata berusaha mencarikan penanganan
medis untuknya, namun ia menolak karena satu-satunya kekhawatiran
adalah keselamatan Hinata sendiri. Setelah menyadari bahwa Naruto
melawan Pain semuanya seorang diri, ia mencoba untuk pergi ke sisinya,
tetapi dihentikan oleh Kō, yang memperingatkannya bahwa dia hanya akan
menjadi beban. Sepertinya ia menerima kata-kata Kō, Naruto ditusuk oleh
Pain. Dia memutuskan untuk ikut campur, meskipun tahu ia tidak memiliki
kemampuan untuk mengalahkan Pain. Ketika Naruto bertanya mengapa ia mau
mengorbankan hidupnya, Hinata menjawab karena dia mencintainya, yang
sangat mengejutkan Naruto.
Hinata berhasil mendaratkan pukulan pada Pain.
Dalam anime, dia mampu mengangkat beberapa Pisau Pengganggu Chakra yang ada di Naruto dan bahkan mendaratkan pukulan terhadap Jalan Deva. Sementara Jalan Deva akhirnya melemahkannya dengan Shinra Tensei,
Jalan Deva bingung mengapa ia bersedia untuk melawan meskipun
dilemahkan dengan pukulannya. Hinata, perlahan-lahan berjalan mendekati
Naruto dan masih mencoba untuk melepaskan pisau chakra darinya, membalas
dengan kata-kata motivasi Naruto: itu adalah nindōnya. Dengan tanggapan itu, Jalan Deva menikamnya dengan salah satu pisau chakra miliknya. Marah besar, Naruto terlepas ke dalam bentuk enam-ekor, sementara Hinata hampir terlihat tidak sadar.
Hinata disembuhkan oleh Sakura.
Karena pertempuran antara Naruto dan Pain membabi buta, Tim Guy
tiba di samping Hinata, dan bergegas menjauh dari medan perang lalu
pergi ke samping Sakura. Ketika luka-lukanya disembuhkan, Hinata
menyatakan lega atas berita bahwa Naruto telah mengalahkan Pain. Ketika
Naruto kembali ke desa, Hinata meneteskan air mata bahagia bahwa Naruto
baik-baik saja, dan terlihat kemudian tersenyum saat penduduk desa
merayakan kemenangan Naruto.
Sebagian dari Konoha 11 bertemu untuk membahas masalah Sasuke.
Hinata dan seluruh Konoha 11, dikurangi Tim Kakashi, memutuskan
bahwa, mengingat tindak kriminal Sasuke, mereka sendiri harus
membunuhnya sebelum dia dapat melibatkan Konoha dalam perang. Setelah
Naruto diberitahu tentang rencana mereka dan bertemu dengan Sasuke, dia
mengatakan kepada mereka untuk membiarkan Sasuke menjadi urusannya.
Beberapa anggota menyatakan ketidakpuasan mereka dengan hal ini karena
mereka khawatir bahwa tindakan Sasuke akan memicu perang, Hinata melihat
Naruto sekali lagi yang dengan tegas menyatakan bahwa ia akan menangani
Sasuke dan juga memberitahu mereka segalanya ketika waktunya tepat.
Dalam anime, Hinata melakukan percakapan dengan Shikamaru tentang Naruto ketika ia dalam bentuk enam-ekor.
Dia menyatakan bahwa Naruto berubah untuk melindunginya, tetapi
khawatir tentang tampilan kemarahannya yang kuat dan kehilangan kendali.[57]
Dalam anime, dia adalah salah satu ninja Konoha yang tiba sebagai
cadangan dan merawat Naruto yang tidak sadar. Ketika klon Naruto
menyerang Naruto untuk memperoleh kekuatan yang lebih, Hinata ikut
campur tangan, tetapi tidak dapat menghentikannya. Dia kemudian
bergabung dengan teman-temannya dalam memerangi shinobi reinkarnasi
milik Kabuto Yakushi.
Kemudian, saat Madara Uchiha akhirnya berhasil mengaktifkan Tsukuyomi Tak Terbatas, seluruh dunia, jatuh di bawah kekuasaan genjutsu itu. Saat ia sedang dibungkus oleh akar Ekor-Sepuluh,
masih sadar mental Hinata berteriak pada Naruto. Di dalam genjutsu,
Hinata bermimpi menjadi pasangan Naruto, sementara Hanabi dan Neji
mengamati dari jauh.
Setelah Naruto mampu mengalahkan dan memperbaiki diri Sasuke, Hinata dan
semua orang terlepas dari Tsukuyomi tak terbatas. Dia kemudian
menghadiri pemakaman Neji bersama Naruto dan seluruh shinobi Konoha.
Empat bulan setelah Kakashi resmi menjadi Hokage Keenam, Hinata,
bersama dengan Sakura dan Ino, adalah salah satu dari semua yang terus
mengganggu Kakashi membaca surat yang ia terima dari Kahyō.
Setelah menemukan bahwa Naruto yang telah memberikan informasi yang
salah kepada penduduk desa secara terbuka menyebarluaskan khayalannya
tentang perasaan Kakashi untuk Kahyō, Kakashi memukul Naruto dengan
marah karena leluconnya, tapi Hinata segera membantu Naruto dan menegur
Sang Hokage.
Dua tahun setelah Perang Dunia Shinobi Keempat, Hinata telah
memperbaiki syal merah tua milik Naruto dan berencana untuk
memberikannya saat Festival Rinne untuk sekali lagi mengakui perasaannya pada Naruto, tetapi mengalami masalah seperti perasaan malunya dan pesaing baru
dengan banyak gadis muda yang menyayangi Naruto karena popularitas baru
yang ditemukannya. Namun, dia didorong oleh Sakura untuk memberikannya.
Ketika Hinata akhirnya berusaha untuk memberikannya di luar gedung
apartemennya, ia melihat Naruto memakai syal baru di lehernya, yang
membuatnya sedih lalu kembali turun karena dia pikir itu diberikan oleh
gadis lain. Kemudian, sementara Hinata sendirian, ia berhadapan dengan
Toneri, yang mengaku bahwa ia datang untuk Hinata. Bingung setelah
mendengar bahwa ia datang untuknya, Hinata dijadikan tidak sadar oleh
Toneri setelah shinobi boneka menahannya. Namun, Naruto menyelamatkannya
dari penculik itu, hanya syal merah yang dia buat robek. Setelah Naruto
menyelamatkan Hinata, Toneri muncul sebelum mereka berdua dan
menyatakan akhir dunia akan datang. Sebelum dia menghilang, dia
mengatakan kepada Hinata bahwa dia akan menunggu jawabannya. Setelah
Toneri menghilang, Hinata dan Naruto menyaksikan tabrakan meteor di luar
desa. Ketika Hanabi ditangkap oleh Toneri, Naruto, Hinata, Sakura, Sai,
dan Shikamaru kemudian dikirim untuk menyelamatkan Hanabi. Ketika
mereka memulai pencarian mereka dengan kesopanan Sai, Hinata dan Naruto
menemukan kunai Hanabi dan kemudian bergabung kembali dengan orang lain.
Mereka akhirnya menemukan sebuah gua dengan jalan rahasia menuju lokasi
Toneri, bagaimanapun Hinata tidak dapat menggunakan byakugan karena
danau tersebut memutarbalikkan pandangannya.
Setelah tim tersebut masuk ke dalam danau, mereka jatuh ke dalam genjutsu Sang Penjaga-gerbang,
yang menyebabkan mereka semua hanyut dalam tidur dan bermimpi tentang
kenangan mereka sendiri. Namun, di dalam perangkap itu, syal Hinata tak
sengaja keluar dari tasnya dan mulai menyelimuti Naruto, yang
memungkinkan kenangannya mengalir pada Naruto dan melihat langsung
betapa ia mencintai Naruto sejak kecil. Sakura bisa melihat melalui
genjutsu dan menghilangkan itu.
Sementara Shikamaru, Sai, Sakura, dan Naruto terus berjalan
setelah mereka menemukan danau yang lain, Hinata hendak mengikuti mereka
sampai Toneri tiba dan melamar dirinya. Dia menolak, ia hanya ingin
adiknya kembali. Dia menjadi ketakutan saat mengetahui bahwa Toneri
mengambil mata Hanabi keluar dan ditanamkan ke dalam dirinya sendiri
untuk membangkitkan Tenseigan. Toneri kemudian melanjutkan menunjukkan pada Hinata sejarah klan Ōtsutsuki
dan kehendak Hamura terhadap umat manusia sebaiknya mereka menggunakan
chakra sebagai senjata daripada perdamaian seperti yang saudaranya Hagoromo
inginkan. Ketika Naruto ikut campur, Toneri, mengungkapkan untuk
menjadi hanya pengganti boneka, menyatakan ia akan menunggu jawabannya.
Mereka tiba di desa terbengkalai dan Hinata menyelidikinya
bersama dengan Naruto di mana keduanya menghabiskan beberapa waktu
bersama. Selama ini, Hinata tidak menyadari perasaan Naruto yang tumbuh
untuknya, hanya karena Naruto menyadari perasaan Hinata. Mereka kemudian
menemukan sebuah tugu dengan kepala
dari klan Ōtsutsuki, menunjukkan padanya sejarah klan mereka yang
benar, bahwa Toneri itu salah menafsirkan kehendak mereka, dan hanya dia
yang bisa menghentikan Toneri karena dia menjadi keturunan langsung
dari Hamura. Dia kemudian bertemu dengan seorang Hamura secara langsung,
yang memohon padanya untuk tidak membiarkan dunia yang saudaranya buat
dihancurkan. Ketika Naruto dan yang lain bertanya apa yang Hinata lihat,
dia menyangkal hal itu adalah hal penting.
Kemudian, sementara memperbaiki syal, Naruto mendekatinya dan
menyatakan cintanya, membuat Hinata tak bisa berkata apa-apa. Namun,
Toneri menyela dan ingin mendengar jawaban Hinata, yang ia pura-pura
menerima lamaran pernikahannya sehingga dia bisa menyelamatkan Hanabi
dan menghentikan rencana Toneri. Meskipun tampak bahwa dia bersikap
dingin pada Naruto, ia terbukti sangat terluka oleh pilihannya sebelum
pingsan. Setelah bangun di istana Toneri, Hinata menemukan Hanabi dalam
keadaan koma dan diam-diam bersumpah untuk menyelamatkannya dan
menghancurkan pembuluh energi
untuk Tenseigan. Sementara Toneri membawa Hinata ke kuil Hamura, ia
berhasil menemukan lokasi pembuluh, tapi ketika dia menggunakan waktu
untuk menghancurkannya, dia tertangkap oleh Toneri, yang marah
mengungkapkan kecurigaannya tentang niat Hinata dan hanya mencintai
Naruto. Setelah Toneri dengan kejam menghancurkan syal penggantinya yang
dimaksudkan untuk Naruto, ia memaksa bola hijau
ke dalam diri Hinata, mencuci otaknya untuk menjadi calon istri Toneri.
Setelah Toneri menyegel jiwa Hinata dalam lukisan, Hinata meneteskan
air mata sambil berpikir tentang penyesalan dirinya atas apa yang dia
lakukan untuk Naruto.
Kemudian, karena pernikahan hampir selesai, Toneri dan Hinata
hampir saja berciuman, tetapi Naruto tiba tepat pada waktunya untuk
mengacaukan upacara tersebut, membuat marah Toneri. Untuk menghina
Naruto, Toneri memaksa Hinata yang sudah dicuci-otaknya untuk
menyerangnya, dan setelah Naruto berhasil membebaskan Hinata dari
kendali Toneri, Hinata meminta maaf kepada Naruto karena menghancurkan
hatinya, yang Naruto meyakinkan Hinata bahwa ia sudah memaafkannya.
Naruto dan Hinata bergabung kembali dengan seluruh tim (termasuk Hanabi)
setelah keduanya menghancurkan
pembuluh Tenseigan, Naruto kemudian dengan gembira mengambil sisa kecil
syal milik Hinata, mengatakan bahwa bahkan dalam keadaan hancur, ia
akan menghargainya, yang membuat air mata bahagia Hinata mengambang oleh
isyarat semacam itu. Namun, Toneri kembali dan memenjarakan Hinata,
memaksa dia untuk melihat saat Toneri mencoba untuk membunuh Naruto.
Meskipun, Naruto mampu mengalahkan dia, membebaskan Hinata sebagai
hasilnya. Hinata kemudian mengambil mata Hanabi kembali, dan melindungi
Naruto dari aliran chakra Toneri dengan berbagi chakra Hamura dengannya.
Kemudian, setelah Toneri diselamatkan oleh Naruto, Hinata menunjukkan
padanya di mana ia bertemu arwah Hamura. Toneri mengetahui betapa
bodohnya dia dan meminta maaf atas tindakannya, memilih menjalani sisa
hidupnya sendirian di bulan untuk menebus dosa-dosanya.
Dengan saat gentung dapat dihindari, Hinata bertanya pada Naruto
tentang syal yang ia kenakan sebelumnya, yang ia mengungkapkan itu
adalah rajutan mendiang ibunya untuknya sebelum ia lahir, yang Naruto
bertanya-tanya mengapa Hinata begitu protektif mengenai hal itu, membuat
Hinata lega dan malu dengan tindakannya. Naruto beralih menegaskan
kembali cintanya untuk Hinata dan menyatakan bahwa ia ingin bersamanya
selamanya, sangat membuat Hinata bahagia. Keduanya kemudian berciuman
sambil mengambang di langit.
Segera setelah itu, Hinata dan Naruto memulai kencan. Pada satu
kesempatan seperti itu, Naruto membawanya keluar untuk makan siang di
sebuah restoran, tapi ia sangat khawatir karena tidak punya cukup uang
setelah melihat harganya. Melihat Naruto begitu gugup, Hinata menangkap
ini dengan byakugan. Memutuskan untuk mengampuni perasaannya dengan
menyembunyikan kalau dia kekurangan uang, Hinata menyarankan untuk pergi
makan biasa di Ichiraku.[58]
Sakura Hiden: Pemikiran Cinta, Membentuk Angin Musim Semi Edit
Hinata dan Naruto pergi berkencan setelah mereka libur-tugas. Mereka
kemudian bertemu Sakura dan mengundangnya untuk bergabung dengan mereka,
tapi Sakura menolak karena dia terlalu sibuk dengan pekerjaan.
Hanya beberapa bulan setelah misi ke bulan, Hinata dan Naruto
memutuskan untuk menikah. Mereka mengundang teman-teman dan keluarga
mereka dari Konoha dan desa-desa shinobi lainnya. Pada hari pernikahan
mereka, Hinata sedang melihat langit yang cerah dan berpikir tentang Neji, sementara Naruto sedang melihat wajah ayahnya pada Monumen Hokage
dengan rasa kagum. Merasa gembira karena akhirnya menikah dengan
Naruto, Hinata mennarik lengan Naruto dan memegangnya erat-erat saat
upacara akan dimulai.
Akhirnya, Hinata dan Naruto memiliki dua anak, seorang putra bernama Boruto dan seorang putri bernama Himawari.
Pada suatu pagi yang damai, selama musim dingin di Konoha, Hinata
sedang merajut syal sementara Naruto berlatih di luar. Ketika
anak-anaknya berlari ke luar saat turun salju tanpa alas kaki untuk
merangkul ayah mereka, Hinata dengan lembut memarahi mereka, tapi segera
bergabung dalam kegembiraan mereka setelah suami dan anak-anaknya mulai
bertarung bola salju.[11]
Hinata dan putrinya mengunjungi makam Neji.
Bertahun-tahun
kemudian, mimpi Naruto menjadi Hokage akhirnya terwujud, terpilih
sebagai yang Ketujuh. Pada hari peresmian Naruto, setelah memerintahkan
anak-anaknya untuk membangunkan ayah mereka, Hinata pergi untuk
mengambil jubah resmi Hokage milik Naruto dan mengatakan kepada Naruto
bahwa dia akan menemui mereka di tempat pelantikannya. Setelah dia
mengambil jubah, Hinata diberitahu oleh Kakashi bahwa suami dan
anak-anaknya masih belum tiba meskipun sudah terlambat, jadi dia
bergegas kembali ke rumah untuk pergi dan menjemput mereka. Setelah
kembali ke rumah, ia terkejut bahwa Naruto tergeletak
di lantai, bertanya-tanya siapa yang menargetkan tenketsu padanya dan
menduga bahwa suaminya akan keluar untuk sehari, berarti dia akan
kehilangan pelantikannya.[59]
Pada hari Pertemuan Kage,
Hinata didampingi putrinya sedang mengunjungi makam Neji. Ketika
Himawari bertanya pada ibunya apakah Neji akan senang dengan bunga
matahari yang ia bawa untuknya, Hinata meyakinkan putrinya bahwa ia
pasti senang, karena mereka memiliki nama yang sama. Himawari kemudian
dengan senang hati mengatakan bahwa dia ingin mengunjungi tempat
memorial ini lagi dengan kakaknya.[60]
Naruto Gaiden: Hokage Ketujuh dan Musim Semi Kirmizi Edit
Ketika Naruto bersiap-siap meninggalkan desa untuk bertemu dengan
Sasuke mengenai potensi ancaman pada desa, Hinata memutuskan untuk
membuat makan siang untuknya di perjalanan dan memerintahkan Boruto
untuk mengirimkannya pada suaminya.
Hinata dan Himawari menjemput Boruto agar bersiap-siap untuk pesta
ulang tahun Himawari, tapi Naruto mengirim klon bayangan karena dia
sibuk dengan pekerjaannya. Klon tersebut akhirnya menjatuhkan kue ulang
tahun dan Boruto marah pada Naruto atas tidak adanya dia di pesta ulang
tahun putrinya, dan mengamuk tentang hal ini kepada ibunya. Meskipun
Hinata merindukan Naruto dan ingin dia pulang lebih sering, Hinata tidak
membenarkan perilaku Boruto dan mencoba menenangkannya dengan sedikit
keberhasilan. Hinata bertemu dengan Sasuke di depan pintu ia bertanya
apakah Naruto ada di rumah dan Hinata mengatakan bahwa dia masih berada
di kantornya.
Kemudian, ia menghadiri Ujian Chūnin dengan Himawari untuk menyaksikan Boruto menghadapi Shikadai Nara
dan bangga ketika dia menang, tapi Naruto mengejutkannya ketika Naruto
memintanya untuk menggunakan Byakugan-nya pada Boruto. Hinata menyadari
bahwa Boruto telah curang dalam seluruh pertarungannya dan menyatakan
kekecewaannya. Dia melarikan diri dari arena dengan putrinya karena
serangan Momoshiki Ōtsutsuki dan Kinshiki Ōtsutsuki, tapi Hinata menyaksikan Naruto mengorbankan dirinya untuk melindungi Boruto, Sasuke, dan Sarada Uchiha
dari jutsu Momoshiki. Dia mencoba untuk menyelamatkan dia tidak
berhasil dan luka-luka, dan Sakura menyembuhkan dia. Dengan cepat dia
mulai panik atas kegagalannya untuk menyelamatkan suaminya dan
bertanya-tanya apakah dia sudah mati, tapi dia kembali tenang begitu
Sasuke mengatakan bahwa Naruto masih hidup. Ketika Boruto memutuskan
untuk bergabung dengan Sasuke dan Kage
lain untuk menyelamatkan Naruto, Hinata awalnya menolak untuk
mengizinkan anaknya pergi ke suatu tempat yang sangat berbahaya; Namun,
ketika ia melihat Boruto memakai jaket lama Naruto, dia teringat Naruto
ketika ia masih kecil dan memutuskan untuk mempercayainya.
Dengan berhasilnya penyelamatan, Hinata sarapan dengan
keluarganya dan senang melihat bahwa suami dan putranya akhirnya
berdamai satu sama lain. Dia berharap mereka berdua mengalami hari yang
baik bersama Himawari saat mereka berangkat untuk melakukan pekerjaannya
masing-masing.
Setelah serangan terhadap Konoha oleh Negara Langit, Naruto ditugaskan untuk mengawal seorang gadis muda, Amaru, (yang ia kira anak laki-laki) dan sensei-nya, Shinnō,
kembali ke desa mereka, dengan Sakura dan Hinata melengkapi tim
tiga-orang. Setelah tiba, mereka mendapati desa itu telah diserang juga.
Amaru kebingungan lalu dengan ceroboh ia lari masuk ke dalam desa,
dengan tak sengaja mengenai perangkap tersembunyi oleh musuh. Sebagai
dampak dari jebakan, Shinnō secara tragis terluka dalam upaya yang
berhasil untuk menyelamatkan Amaru, dan setelah kata-katanya melemah
sedikit, itu terlihat jelas melalui Byakugan Hinata bahwa ia sedang
sekarat, dan akhirnya tampak menyerah karena luka-lukanya.
Tak lama setelah itu, ketiganya berpisah untuk menyelidiki daerah
tersebut. Hinata diculik dan ditahan, bersama dengan seluruh penduduk
desa Amaru. Berkat bantuan Amaru, mereka mampu lolos dari penjara, dan
akhirnya pulau terbang itu sendiri, mereka naik ke atas semacam perahu
terbang dan turun ke tanah. Hinata kemudian menjadi bahagia saat Amaru
menyelamatkan Naruto dari kematiannya.
Hinata pertama kali terlihat ketika mereka merayakan pulihnya Naruto dan Sai dan makan barbekyu, di mana dia menjelaskan bahwa dia diberitahu oleh Naruto untuk mengundang semua orang.
Kemudian, Hinata dikirim dengan seluruh Konoha 11 untuk membawa
kembali Naruto dan Sakura. Tim Hinata berhasil menyusul Naruto dan
Sakura, dengan seluruh Konoha 11. Hinata dan yang lainnya tertangkap
oleh salah satu anak buah Hiruko yaitu Ichi, dan dibebaskan oleh Tenten. Tim Guy ditinggalkan untuk menjatuhkan anak buah Hiruko yang pertama.
Tim Hinata bertarung dengan anak buah Hiruko yang kedua, Ni dan chimera anjing-nina nya, Shino menjatuhkan chimera anjing-ninja milik Ni, Ni menjadi marah dan menggunakan Teknik Chimera
meleburkan dirinya dengan binatang besar, sementara Kiba, Hinata, dan
Akamaru menghalangi Ni sebelum Shino membangun sebuah perangkap lubang
besar, Hinata kemudian menyelamatkan Akamaru dari cambuk Ni. Setelah
diejek oleh Kiba, Ni jatuh ke dalam perangkap Shino dan dihancurkan oleh
salah satu Teknik Shino yaitu Teknik Rahasia: Lingkup Serangga. Setelah Tim 10 gagal mengalahkan anak buah Hiruko yang terakhir, San, yang kemudian memanggil dua rekan satu-timnya, Ichi dan Ni, dan menggunakan Teknik Chimera,
yang membuat mereka berubah menjadi binatang terbang yang besar. Hinata
dan seluruh Konoha 11 kemudian tiba untuk membantu Tim 10, Shikamaru
meminta Tenten untuk merantai sayap binatang itu supaya membatasi
penerbangannya, sementara semua Konoha 11, kecuali Shikamaru menahan
binatang itu dengan memegangi rantai, Hinata dan Neji kemudian menyalurkan chakra mereka melalui rantai untuk menghancurkan binatang itu, sebelum kembali dipanggil oleh Hiruko.
Hinata kemudian terlihat di kuil Hiruko, menjadi bagian dari
Konoha 11 yang membantu menjatuhkan Chimera yang dipanggil oleh Hiruko
sebelumnya. Hinata dan Neji menyerang binatang itu menggunakan Teknik Delapan Trigram Enam Puluh-Empat Tapak.
Hinata membuat penampilan terakhirnya bersama dengan seluruh Konoha 11,
yang kebetulan mendengar percakapan aneh antara Kakashi dan Naruto dan
menyatakan bahwa Hinata tidak pernah tahu bahwa Kakashi memiliki
kesukaan seperti itu, bersama dengan Sakura dan Ino, itu sangat
memalukan bagi Kakashi.
Hinata tampil dengan anggota lain dari Konoha 11 untuk membantu Naruto melawan Satori. Dia sangat khawatir ketika Naruto tertusuk, tapi lega ketika ia selamat karena teknikkekkei genkaiRyūzetsu.
Hinata pertama kali muncul dengan teman-temannya bertarung melawan
beberapa klon Zetsu Putih yang menyamar sebagai anggota Akatsuki yang
sudah meninggal. Kemudian, versi yang berbeda dari dirinya muncul di dunia alternatif.
Di sana, dibandingkan dengan Hinata yang Naruto dan Sakura kenal,
Hinata lebih tegas dan sangat yakin dengan dirinya sendiri dan sosoknya,
mengenakan pakaian yang lebih terbuka. Kepribadiannya tampak mirip
dengan Ino. Seperti dirinya yang asli, Hinata yang lain jatuh cinta pada
Naruto
dari dunianya, tapi jauh lebih tegas dan agresif tentang hal itu sampai
mengancam setiap gadis yang dekat dengan Naruto. Hal ini ditunjukkan
ketika ia dengan tenang memberitahu Sakura bahwa jika dia terus menggoda
Naruto, Hinata akan membunuhnya. Hal ini menyebabkan Sakura menjadi
takut dan terkejut tentang betapa berani dan agresifnya Hinata yang lain
dibandingkan dengan yang ia kenal.
Dalam pemasangan selanjutnya dari seri Clash of Ninja, ia juga dimainkan dalam bentuk "Kebangkitan". Dalam bentuk ini, pakaiannya mirip dengan apa yang dia kenakan selama Misi Pencarian Bikōchū,
meskipun bentuk itu sendiri tidak didasarkan pada peristiwa busur itu.
Kebangkitan Hinata memiliki kepribadian yang mirip dengan Neji selama
Ujian Chūnin, dengan angkuh menantang lawan dan menyombongkan kekuatan
keluarga utama dari klan Hyūga. Sementara dalam bentuk ini, dia juga
mampu menggunakan teknik seperti Delapan Trigram Enam Puluh-Empat Tapak dan Delapan Trigram Tapak Surga Berkelanjutan. Dalam Naruto Shippūden: Clash of Ninja Revolution 3,
Kebangkitan Hinata dapat digunakan di tengah-tengah pertempuran dengan
mengaktifkan Byakugan-nya. Pada permainan sebelumnya, Kebangkitan Hinata
harus dipilih secara khusus saat pemilihan karakter. Bentuk yang serupa
telah muncul di Naruto: Ultimate Ninja 2 dijuluki 'Byakugan Hinata', dengan perbedaan utama adalah dia memakai pakaian tradisional Hyūga.
Dalam beberapa permainan Ultimate Ninja Storm, kombinasi tim yang tediri dari Hinata dan Naruto berjudul "Cinta Rahasia" atau "Tangan yang Menyatu".
Hinata telah menyelesaikan 33 misi resmi: 10 Tingkat-D, 14 Tingkat-C, 8 Tingkat-B, 1 Tingkat-A, 0 Tingkat-S.
Kata favorit Hinata adalah "percaya diri" (自信, jishin).
Hinata populer dalam Jajak Pendapat Popularitas Karakter Naruto,
seringkali dimintai pendapat seperti kebanyakan karakter wanita populer
seri ini dan sering masuk ke dalam 10 karakter favorit.
Selama wawancara 2010, Kishimoto menyatakan bahwa orang-orang
yang bekerja dengannya mengatakan bahwa Hinata akan menjadi pahlawan
wanita yang lebih baik dari Sakura.
Dilanjutkan dalam omake dalam Naruto: Shippūdenepisode 165,
di mana Sakura menuduh Hinata mencoba untuk menjadi tokoh utama seri
ini karena popularitas besarnya, itu sangat membuat dia kebingungan. Dia
adalah karakter utama dalam film resmi, The Last: Naruto the Movie.
Kemudian wawancara mengungkapkan bahwa Kishimoto telah membuat Hinata untuk menjadi bagian dari pemain utama sejak busur Perang Dunia Shinobi Keempat telah dimulai.
Dalam Naruto Shippūden the Movie: The Will of Fire,
mengambil tampilan mungkin sebelum busur Kemunculan Ekor-Tiga, Hinata
menggunakan Delapan Trigram Enam Puluh-Empat Tapak tapi sejauh alur
manga, dia tidak mampu melakukannya sampai Perang Dunia Shinobi Keempat.
Akatsuki (暁, Fajar) adalah organisasi yang berisi ninja buronan kelas atas dari masing-masing negara shinobi. Setiap anggota akatsuki memiliki kemampuan unik dan aneh. Akatsuki bergerak untuk mengincar Chakra biju, mereka menangkap jinchuuriki (rumah biju) dari masing-masing biju , chakra biju kemudian di ekstrak ke dalam patung iblis (gedo mazo) Biasanya butuh waktu 3 hari 3 malam untuk mengekstrak chakra biju dari jinchurikinya. Akatsuki bergerak dalam kelompok 2 orang Untuk menangkap jinchuriki. Jinchuriki tidak boleh terbunuh karena bila terbunuh bisa berakibat buruk dengan keselamatan biju yang akan di ekstrak. Akatsuki pada awalnya Bergerak di amegakure. Bertujuan menghentikan peperangan yang terjadi di Amegakure, Organisasi ini di pimpin yahiko. Yang bertekad menciptakan dunia tanpa peperangan. Setelah kematian Yahiko, Nagato menggantikan posisi Yahiko sebagai pemimpin, tetapi banyak anggota akatsuki yang tewas dan membuat tujuan akatsuki berbelok drastis....
Bagi penampilan setiap orang, rambut mempunyai andil yang besar karena pilihan gaya rambut misalnya akan menentukan bagus tidaknya penampilan seseorang. Ada anggapan umum bahwa rambut adalah mahkota bagi wanita sehingga wajar adanya jika wanita memperhatikan rambut dengan teliti dalam setiap detailnya. Akan tetapi, kian hari kian banyak pria yang juga memberikan perhatian khusus terhadap tampilan rambut yang mereka miliki. Banyak orang yang memberi perhatian ekstra terhadap gaya rambut yang harus mereka miliki karena pilihan gaya rambut akan berpengaruh besar pada kepercayaan diri seseorang. Akan tetapi, kita tidak boleh lupa untuk merawat rambut dengan baik agar rambut senantiasa sehat dan bercahaya. Perlu diingat bahwa beberapa penerapan gaya rambut akan membawa dampak buruk bagi rambut. Beberapa aplikasi untuk penataan rambut dilakukan untuk mendapatkan hasil yang memesona, tetapi aplikasi ini acap kali membawa efek buruk terutama jika h...
1. Jadilah diri sendiri Menjadi diri sendiri adalah langkah utama yang mesti anda lakukan, bila selama ini anda sering meniru-niru orang lain maka ubahlah mulai sekarang, meniru orang lain sama saja mematikan potensi diri kamu. Gunakan segenap potensi yang kamu miliki untuk berkarya dengan baik, banyak orang yang disenangi karena karyanya. 2. Ubah mindset Ubahlah segala mindset di dalam pikiran kamu yang negatif. Jika selama ini kamu sering bersikap negatif terhadap kehidupan ini, maka segera tinggalkan. Apa yang kamu pikirkan maka itu pula yang akan kamu lakukan, apa yang kamu lakukan itu pula yang akan menjadi penentu masa depan kamu. Jika kamu selalu memiliki pikiran negatif maka bersiap-siaplah orang – orang akan mulai meninggalkan dan menjauhi kamu. 3. Hindari kesombongan Orang sombong hanya akan memiliki teman yang sombong pula. Masih bagus kalau masih memiliki teman, sebab sebagian besar orang sombong dibenci oleh banyak orang dan kurang disenangi banyak o...
Ibu perawat pecinta naruto =) kereeenn juga yah hehe
ReplyDeleteBagus yun, mampir ke blogku yaa.
ReplyDeletehttp://isky-game.blogspot.co.id/
ReplyDeleteHinata, where is I find you in the real? So love your character :)
ReplyDelete